Artikel Terbaru »

RDTR Kraksaan Dukung Pengembangan Kabupaten Probolinggo

Senin, 20 September 2010

Pemindahan ibukota kabupaten Probolinggo dari kota Probolinggo ke kecamatan Kraksaan telah dilakukan pada Januari 2010 lalu. Oleh karenanya, saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo tengah menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Kraksaan. Diharapkan RDTR tersebut dapat sinergis dan mendukung pengembangan Kabupaten Probolinggo terutama di sektor agroindustri. Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo, Tanto Walono dalam pembahasan Kegiatan Penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi Kawasan Perkotaan Kraksaan di Jakarta (27/8).


Pada Mei 2010 yang lalu, Bappeda Kabupaten Probolinggo dengan Kementerian Pekerjaan Umum membahas draft akhir Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Probolinggo. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, potensi sektor yang diunggulkan di Kabupaten Probolinggo adalah agroindustri dan agrowisata. “Nantinya, pengembangan perkotaan Kraksaan di bidang perdagangan dan jasa akan difokuskan pada potensi pertanian dan agroindustri yang ada. Tujuannya supaya potensi di Kabupaten Probolinggo benar-benar dapat dikembangkan secara optimal,” imbuh Tanto.

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Lintas Wilayah II Doni J. Widiantono mewakili Direktur Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I Lina Marlia, mengemukakan beberapa masukan untuk penyempurnaan RDTR yang tengah disusun itu. “Competitive advantage (kekhasan daerah yang diunggulkan) serta potensi ekonomi per sektor yang ada di Kabupaten Probolinggo diharapkan dapat dielaborasi lagi. Muatan RDTR kawasan perkotaan Kraksaan sangat perlu dilihat keterkaitannya dalam skala regional, yaitu dengan RTRW Kabupaten Probolinggo dan RTRW Provinsi Jawa Timur, supaya sinergis dan sejalan.

Sehubungan dengan perencanaan infrastruktur di kawasan perkotaan Kraksaan, narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Marga Edi Prasetyo mengemukakan bahwa peraturan zonasi di sekitar jaringan jalan perlu disusun dengan baik supaya fungsi jalan tidak terganggu. Selain itu, perencanaan jaringan jalan dan peraturan zonasi di sekitar jaringan jalan hendaknya mengaku kepada peraturan perundang-undangan yang ada.

Sementara itu, narasumber dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Dewi Andriana mengatakan, kondisi intensitas bangunan di kawasan perkotaan Kraksaan baik eksisting maupun rencana harus diuraikan dengan jelas dalam RDTR. “Selain itu karena ini adalah kawasan perkotaan, ruang terbuka hijau juga harus tegas diatur di dalam RDTR sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tandasnya.

Penyusunan RDTR kawasan perkotaan Kraksaan ini merupakan satu kesatuan rangkaian dari Kegiatan Peningkatan Penataan Wilayah Kabupaten Probolinggo. “Rencana Tata Ruang di Kabupaten Probolinggo rencananya akan dijadikan contoh bagi kabupaten-kabupaten lainnya, sehingga diharapkan dapat segera disempurnakan muatannya,”pungkas Doni. (wrd/ibm)

Sumber : http://penataanruang.pu.go.id/detail_b.asp?id=1264

Nelayan Kembali Melaut

Selasa, 14 September 2010

KRAKSAAN - Setelah sekitar seminggu libur, mulai minggu ini para nelayan di Kraksaan dan sekitarnya kembali melaut. "Biar segera bisa dapat uang, Mas," ujar Imam, 55, nelayan Desa Kalibuntu, Kraksaan.

Saat ditemui Radar Bromo, Imam sedang duduk santai bersama Anis, 45, rekan kerjanya. "Masih nunggu teman-teman yang lain. Kita berangkat bersama-sama," kata Imam sambil menghisap rokok.

Imam dan Anis sehari-hari bekerja di perahu 'Berlian'. Menurut Imam, dirinya tak memiliki perahu. Jadi, dia memilih ikut kerja di perahu Berlian milik H Rozak.


Menurut Imam, biasanya sebuah perahu berangkat pukul 15.00 WIB untuk melaut. Namun hal itu disesuaikan dengan kondisi cuaca yang terjadi. Jika angin tidak berhembus kencang, maka perahu biasanya bisa berangkat. "Kalau (cuaca) buruk, biasanya (kami) tak mau (berangkat)," jelasnya.

Ditambahkan Anis, nelayan melaut biasanya selama semalaman. Jika berangkat sore, biasanya baru keesokan harinya datang. Itupun dengan catatan. Kalau mendapat tangkapan banyak, perahu bisa datang jam 04.00 WIB. "Kalau sepi (tangkapan), datang jam 06.00 WIB," ujar Anis.

Saat ini kata Anis, banyak nelayan mengeluh. Sebabnya, tangkapan selama Ramadan kurang menggembirakan. Hasil sedikit, sementara kebutuhan lebaran justru semakin banyak.

Tak ayal, kondisi ini membuat para nelayan kelabakan. "Bahkan untuk makan sehari-hari saja sering kurang. Untuk lebaran, saya bahkan menggadaikan barang," ujar Anis.

Anis menceritakan, sejak 26 Ramadan banyak nelayan tak melaut. Penyebabnya, bukan semata karena tangkapan yang sedikit. Namun lebih karena semua orang ingin merayakan lebaran di rumah. "Jadi libur dulu. Penat juga setiap hari harus kerja di laut. Istirahat dulu dengan keluarga," tuturnya.

Sejak nelayan libur, pedagang ikan juga ikut libur. "Yang mau dijualbelikan kan tidak ada," tambah Nono, 45, pedagang ikan setempat saat ditemui di tempat pelelangan ikan (TPI) desa setempat.

Nono menuturkan, beberapa bulan terakhir memang banyak nelayan mengeluh. Tak lain karena hasil tangkapannya sedikit. Sementara pengeluaran setiap kali melaut cukup banyak. "Pemilik perahu juga mikir-mikir mau berangkat," ujarnya.

Hal serupa dikemukakan Zubairi Ikrok, 42, warga setempat. Menurut Zubairi, kondisi ekonomi nelayan memang tengah menurun. Dulu Zubairi pernah memiliki perahu. Namun karena penghasilan yang tak sesuai pengeluaran, Zubairi terpaksa menjual perahunya. "Banting setir, alih profesi. Sekali keluar, hanya bisa utang solar," ujar Zubairi.

Sumber : http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=179291

Polres Gelar Pembunuhan Pendil

KRAKSAAN - Polres Probolinggo telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Abdul Rasyid, 30, warga Desa Pendil Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo jelang takbir lebaran lalu. Kemarin (14/9) polres menggelar barang bukti (BB) dan tersangka yang berhasil diamankan dalam kasus tersebut.

Gelar tersebut dipimpin langsung Kapolres AKBP Rastra Gunawan. Dimulai sekitar pukul 10.30, Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Sucahyo Hadi, Kabag Ops Kompol Hadi Prayitno, serta Kabag Min AKP Bindriyo. Tampak juga Kasatreskrim AKP Heri Mulyanto, Kasatlantas AKP Dwi Agung Setyono, Kasat Reskoba AKP Didik Suhardi, dan Kasat Sabhara AKP Heri Suyanto.

Begitu dibuka, empat tersangka langsung dikeler menuju ruang depan mapolres. Mereka adalah SB, 29; NS, 42; W 30. Tiga tersangka ini adalah pelaku pembunuhan terhadap Rasyid. Sementara tersangka lainnya yakni Sahur, 19. Sahur adalah adik kandung Rasyid. "Ditangkap karena membawa sajam (senjata tajam) saat kejadian," terang Kapolres.

Sementara barang bukti sudah digelar di meja di tempat tersebut. Selanjutnya Kapolres melihat barang bukti tersebut. Yakni dua buah pedang, tiga buah celurit, serta baju yang dipakai korban saat dibunuh. Temuan ini berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya disebutkan, BB yang berhasil diamankan yakni sebuah celurit, sebuah tombak, 2 buah slontong celurit.

Menurut Rastra, itu merupakan hasil pengembangan. Pada Sabtu (11/9) pihaknya kembali mendatangi TKP. Yakni untuk mengamankan sejumlah BB tersisa. Keterangan lokasi ditempatkannya BB didapat dari 3 tersangka. "Mereka memberitahu di mana BB disembunyikan," kata Rastra.

Dari penyidikan, barang yang ditetapkan sebagai BB pun berubah. Tombak urung jadi BB, sebab tombak itu tak digunakan pada saat pembunuhan. Sementara pedang yang digunakan sebagai alat untuk membunuh sudah berhasil didapatkan. "Bahkan jumlahnya dua buah," sebut Rastra.

Selain itu, Polres juga berhasil mengamankan dua buah celurit lainnya. "Rupanya celurit ini yang paling banyak digunakan. Bahkan hingga (korban) tewas," terang Rastra sambil menunjuk sebilah celurit.

Diberitakan Radar Bromo sebelumnya, malam takbir lebaran (9/9) terjadi pembunuhan atas Abdul Rasyid. Ceritanya, sekitar pukul 14.00, Rasyid bersama sejumlah 7 orang temannya minum-minuman keras di depan rumahnya.

Tak hanya minum, Rasyid juga menyetel musik dengan keras dan menghisap rokok. Rasyid juga beberapa kali menantang SB untuk berduel sembari mengacung-acungkan celurit ke arah SB. Sementara SB sedang membenahi rumahnya.

Tak sabar, SB kemudian meladeni tantangan itu. Bahkan SB dibantu NS dan W. Terjadilah pertarungan tak seimbang. Apalagi SB, NS, dan W juga memegang sajam. Sehingga sekitar pukul 17.15, Rasyid terbunuh mengenaskan.

Dalam gelar kemarin, Kapolres AKBP Rastra mengajukan beberapa pertanyaan kepada para tersangka kasus itu. Pertama kepada SB. "Saya terpaksa melakukan (pembunuhan). Saya kan ditantang, jadinya panas," ujar SB.

"Saya ndak terima anak saya ditantang. Apalagi dia (korban) memang cukup menjengkelkan," tambah NS. W juga menyatakan hal serupa.

Akibatnya, tiga orang itu kemudian mengeroyok korban. Menurut SB, tak ada yang membantu korban saat itu. Bahkan NS berhasil merebut celurit yang sedang dipegang korban. "Saya ambil saja. Dia masuk ke dalam rumah, saya kejar," ujarnya dalam logat madura yang kental.

Dikatakan Kapolres, pembunuhan terhadap Rasyid sepenuhnya sudah tuntas ditangani. Yang akan dilakukan selanjutnya yakni proses hukum terhadap para tersangka. Menurut Kapolres, tiga tersangka bisa dikenakan hukuman penjara setidaknya 15 tahun penjara. SB, NS, dan W terbukti melanggar pasal 338 KUHP jo 170 KUHP.

Sementara Sahur terbukti melanggar UU Darurat 12/1951. Yakni tentang membawa senjata tajam. "Ini tersangka yang berbeda lho. Kasusnya lain. Bisa dihukum 10 tahun penjara," kata Rastra.

Kapolres berharap masyarakat tetap tenang menanggapi pembunuhan tersebut. Khususnya kasus yang terjadi selama Ramadan. Menurut Rastra, sudah terjadi dua kali pembunuhan selama Ramadan. Hal ini memang memunculkan banyak kekhawatiran di kalangan masyarakat. "Semoga tidak terjadi lagi," harap Rastra.

Sementara perkembangan terbaru dari masyarakat desa Pendil disampaikan H Saudi Hasyim, kemarin. Menurut Saudi, sebelum terbunuh, korban sempat cekcok dengan ibu kandungnya. Yakni di rumahnya di Desa Tarokan. "Bahkan kuburannya tak diberi pusara. Sepertinya ditelantarkan oleh keluarganya," ujar Saudi.

Dikatakan Saudi, warga Desa Pendil tak mau menerima jenazah Rasyid. Sehingga jenazah korban terpaksa dimakamkan di Desa Tarokan. Itu tak lain karena korban sering kali membuat ulah di desanya. "Saya pernah ditantang kelahi. Pak Kholik yang anggota DPRD juga pernah. Jadi keberadaannya memang meresahkan," ungkap Saudi.

Sumber : http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=179287

Minta Pemprov Pro Aktif

Rabu, 18 Agustus 2010

Untuk Pembangunan Kraksaan

KRAKSAAN - Setelah resmi menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo, pembangunan infrastruktur di Kraksaan terus dikebut. Untuk membangun Kraksaan, Pemkab Probolinggo dinilai membutuhkan bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat.

Hal itu diungkapkan Mahdi, anggota DPRD Jatim asal Probolinggo. Menurutnya, untuk mempercepat pembangunan di Kraksaan, maka Pemprov Jatim dan pusat harus turut berperan aktif.

"Dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk mempercepat pembangunan Kraksaan. Karena itu pemprov dan pemerintah pusat harus pro aktif. Saya akan usulkan percepatan pembangunan infrastruktur Kraksaan ini melalui laporan reses saya," ungkap wakil ketua komisi D tersebut.

Mahdi mengaku telah banyak berdiskusi dengan pemkab, khususnya Bappeda terkait rencana pembangunan Kraksaan. "Yang paling mendesak itu adalah rencana pembangunan jalur lingkar utara," bebernya.

Keberadaan jalur tersebut dinilainya akan memudahkan akses transportasi. Sehingga, ke depan akan bisa mengangkat potensi ekonomi kota Kraksaan. "Kraksaan ini cukup potensial untuk dilirik investor," jelasnya.

Menurut Mahdi, ada beberapa faktor yang membuat Kraksaan cukup potensial dilirik investor. Misalnya, saat ini UMK (Upah Minimum Kabupaten) Probolinggo tergolong kecil bila dibanding daerah tetangganya aeperti Kabupaten Pasuruan. UMK Probolinggo yang Rp 744 ribu masuk dalam ring II.

Masih rendahnya UMK itu akan menjadi perhatian sendiri bagi investor. Sebab secara keseluruhan investor lebih suka pada daerah yang nilai UMK-nya lebih rendah. Karena teorinya menurut Mandi, investor sellau mencari untung yang besar. Namun, sedikit mengeluarkan pengeluaran. Salah satuya dengan UMK yang minim tersebut.

Selain UMK yang tergolong terjangkau, saat ini Kraksaan juga berada tidak jauh dari pelabuhan Tanjung Tembaga di Kota Probolinggo. Keberadaan pelabuhan tersebut dijelaskan Mahdi juga menjadi dampak positif bagi dunia investasi.

Selanjutnya faktor lain yang dianggap menunjang potensi Kraksaan adalah kondisi keamanan di Kabupaten Probolinggo yang saat ini terbilang cukup kondusif. Artinya, cukup jarang terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pekerja.

Namun kenyataannya, jumlah investor di Kabupaten Probolinggo dirasa belum maksimal. "Karena itu pembangunan infrastruktur harus ditingkatkan. Dalam hal ini pemprov juga harus pro aktif," ungkap Mahdi.

Selain meminta pemprov pro aktif dalam rencana pembangunan infrastruktur Kraksaan, Mahdi juga mengatakan dalam laporan resesnya meminta pemprov untuk memperhatikan kondisi akses jalan menuju Kabupaten Probolinggo.

Akses jalan Pasuruan-Probolinggo dianggap saat ini kurang layak. Selain jalannya sempit, kondisi jalan juga cukup banyak berlubang. "Saya harap pemprov nanti bisa merespon laporan saya ini," harapnya.

Sumber : http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=175579

Buah Laris, Harga Naik

Jumat, 13 Agustus 2010

KRAKSAAN - Memasuki Ramadan, stok buah di pasar buah Semampir, Kecamatan Kraksaan meningkat. Namun, banyaknya stok bersamaan dengan naiknya beberapa harga buah. Sebabnya, karena harga dari petani juga naik.

Dalam pantauan Radar Bromo, beberapa hari terakhir banyak buah diturunkan di pasar tersebut. Terutama di beberapa bedak buah milik pedagang. Bahkan stoknya melimpah. Seperti di bedak milik Faris, 30, pedagang Semangka.

Menurut Faris, stok buah meningkat karena pedagang juga kulakan dari luar kota. Selain dari Probolinggo, juga dari Kabupaten Situbondo dan Jember. "Ini kebanyakan luar kota," kata Faris.


Setiap kali kulakan, Faris pasti mendatangkan Semangka dalam jumlah besar. "Untuk awal Ramadan saja, modalnya sekitar Rp 32 juta. Ini belum sampai akhir (Ramadan)," terangnya.

Dijelaskan Faris, seiring Ramadan sejumlah harga buah naik. Setidaknya, ada empat jenis buah yang mengalami kenaikan harga. Yakni, Semangka merah dan kuning, Blewah dan melon.

Awalnya harga Semangka merah sekitar Rp 3 ribu per kilogram. Memasuki Ramadan, naik pada kisaran Rp 4 ribu. Sementara Semangka kuning awalnya Rp 4 ribu. Tapi saat ini menjadi Rp 5 ribu. Sedangkan harga Melon naik hingga Rp 5 ribu-Rp 5.500. Sebelumnya harga Melon sekitar Rp 4 ribu.

Lonjakan harga tertinggi terjadi pada buah Blewah. Awalnya per kilogram Blewah hanya Rp 2.500. Namun saat ini meningkat jadi Rp 4 ribu. Menurut Faris, kenaikan itu disebabkan karena stok Blewah memang paling sedikit. "Karena di beberapa daerah Blewah memang belum panen. Jadi harganya lebih tinggi," terangnya.

Hal serupa diungkapkan Hermanto, 47, pedagang buah lainnya. Berbeda dengan Faris, dalam sekali kulakan maksimal Hermanto hanya bisa belanja Rp 4 juta. Padahal idealnya jumlah nominal mesti lebih banyak. "Karena penjualan buah cepat, Mas. Apalagi bulan ini," terangnya.

Dalam kondisi seperti itu kata Hermanto, rata-rata pedagang buah kekurangan modal untuk kulakan. Karena itu, mereka membutuhkan koperasi. Khususnya di pasar buah Semampir.

Sayang, sampai kini belum ada koperasi seperti yang diinginkan pedagang. Padahal menurut Faris, kebutuhan pedagang terhadap koperasi cukup tinggi. Sebab banyak pedagang yang membutuhkan modal usaha. Sekarang saja kata Faris, banyak pedagang mengeluhkan modal. "Terutama pedagang-pedagang kecil," ujarnya.

Sementara Hermanto mnegaskan, semua pedagang buah sudah melengkapi persyaratan pembuatan koperasi di pasar buah. Namun hingga kini belum terealisasi. "Padahal sudah lama diajukan," ujarnya.

Hal yang sama dikeluhkan Ny Sum, 35. Bedak milik Sum berada di sebelah Barat bedak Hermanto. Sum mengaku kekurangan modal untuk kulakan dalam jumlah besar. "Padahal sekarang ramai, Mas. Buah pasti cepat habis. Kalau modalnya minim, kita bisa kebingungan," kata Sum.

Sumber : http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=174624

 
 
 

Online >>

Stat Info >>

Counter Powered by  RedCounter

My Ping in TotalPing.com TopOfBlogs

Kritik dan Saran Via Email

“ya Q hrap kaula muda kraksaan bisa mengolah kota kita tercinta mnjadi kota yg asyik bget n muda bget y kususx bgi yang slalu stey d kraksaan smoga sukses " from mey_bernard@yahoo.com (10 Juli 2010)”


“sbenarx ad j mz tmpat yang cocok u/ tongkrongan tp tu jg tergantung dr masyarakatnya kraksaan g sma kyk kta bsar lainnya banyak ank tongkrongan yg d cap jlek dgan masyarakat kususnya bagi ank ce jd repot jg ni yg Q rsakan mz dr pemerintahan kraksaan jga gtu masi tdk menyediakan tempat bagi kaula mudax curhat ni mz ma'ap Q ssah lok plg k kraksaan cz g ad tempat u/ reunian to kmpul nongkrong ma tmen2 tp mnurut Q yg bisa d olah tu alun2, stadion tu j cih makaci dah mo bca curhatan Q sbgai warga kraksaan ” from mey_bernard@yahoo.com(02 Juli 2010)

 
Copyright © PETA Kraksaan Powered by: Blogger.com
Template By: Hendra